Iklan

Iklan

Belajar dari Banjir 2025: Tanggul Percut Terancam, Keselamatan Warga di Ujung Tanduk

24JAMNews
29 November 2025, 20:37 WIB Last Updated 2025-11-29T13:39:45Z
masukkan script iklan disini
masukkan script iklan disini

DELI SERDANG | 24jamtop.com : Banjir besar yang melanda Percut pada tahun 2025 ini menjadi pengingat pahit akan pentingnya menjaga infrastruktur vital. Dr. Hapni Laila Siregar MA, Dosen Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Medan, menyoroti kerusakan struktur tanggul Percut sebagai salah satu faktor utama penyebab banjir yang semakin parah.

"Banjir besar yang melanda Percut tahun 2025 ini jauh lebih parah dibandingkan tahun lalu. Salah satu faktor penyebabnya adalah semakin rusaknya struktur TANGGUL Percut," tegas Dr. Hapni Laila Siregar.

Tanggul yang seharusnya menjadi perlindungan utama bagi Desa Percut dari luapan air sungai yang bermuara ke laut, kini kondisinya memprihatinkan. Kerusakan sekecil apapun pada tanggul dapat meningkatkan risiko banjir secara drastis.

"Sungguh tidak terbayangkan kerusakan yang terjadi jika tidak ada tanggul ini. Desa Percut berpotensi berubah menjadi genangan luas bak lautan," tambahnya.

Ironisnya, ada oknum yang dengan sengaja merusak atau menjebol bagian-bagian tanggul demi kepentingan pribadi. Tindakan ini jelas melanggar etika sosial dan mengancam keselamatan seluruh masyarakat Desa Percut.

Dr. Hapni Laila Siregar mengimbau seluruh warga untuk bersama-sama menjaga keberlangsungan tanggul Percut. Bagian-bagian yang telah mengalami kerusakan seyogianya segera diperbaiki, terutama oleh pihak-pihak yang telah menyebabkan kerusakan tersebut.

"Ke depan, mari kita tingkatkan KESADARAN dan KOMITMEN KOLEKTIF untuk menjaga tanggul ini sebagai warisan pengaman bagi kita dan generasi yang akan datang. Jangan kita biarkan lagi ada tindakan yang menggerus, menjebol, atau memperparah kerusakan tanggul," pungkasnya.

KESELAMATAN KITA ADALAH TANGGUNG JAWAB BERSAMA.@Yan
Komentar

Tampilkan