masukkan script iklan disini
MEDAN | 24jamtop.com : Badan Koordinasi Pemuda Muslim (BAKOPAM) Sumatera Utara menyatakan dukungan penuh terhadap Kepolisian Republik Indonesia (Polri) sebagai institusi negara yang berada langsung di bawah Presiden Republik Indonesia.
Dukungan tersebut dinilai penting demi menjaga stabilitas nasional, penegakan hukum, serta keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Pernyataan tegas itu disampaikan langsung oleh Ketua BAKOPAM Sumut, Ibnu Hajar, SE, yang dikenal luas sebagai tokoh pemuda dan aktivis organisasi Islam. Ibnu Hajar memiliki rekam jejak panjang dalam dunia kepemudaan dan keagamaan, antara lain sebagai mantan Ketua GP Ansor Medan, mantan Wakil Ketua Nahdlatul Ulama (NU) Medan, serta mantan Wakil Ketua KNPI Sumatera Utara.
Menurut Ibnu Hajar, Polri merupakan pilar utama negara dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat serta menegakkan supremasi hukum. Karena itu, segala bentuk upaya yang berpotensi melemahkan institusi Polri harus ditolak secara tegas.
“Polri adalah alat negara, bukan alat politik. Posisi Polri yang berada langsung di bawah Presiden adalah amanat konstitusi. Ini tidak boleh diperdebatkan apalagi diganggu oleh kepentingan politik jangka pendek,” tegas Ibnu Hajar, SE, dalam keterangannya di Medan.
Ia menilai, dalam situasi dinamika sosial dan politik yang semakin kompleks, negara membutuhkan Polri yang kuat, profesional, dan independen agar mampu menjalankan tugas secara maksimal untuk melindungi masyarakat.
Ibnu Hajar juga mengingatkan agar kritik terhadap Polri tetap disampaikan secara konstruktif dan bertanggung jawab, bukan dengan narasi provokatif yang dapat merusak kepercayaan publik terhadap institusi negara.
“Kritik boleh, bahkan perlu. Tapi jangan sampai kritik berubah menjadi upaya sistematis untuk menjatuhkan Polri. Kalau Polri dilemahkan, maka yang dirugikan adalah rakyat,” ujarnya.
Sebagai organisasi kepemudaan berbasis keislaman, BAKOPAM Sumut menegaskan komitmennya untuk terus berdiri di garda terdepan dalam menjaga persatuan bangsa, stabilitas keamanan, serta mendukung kebijakan negara yang berorientasi pada kepentingan nasional.
Ibnu Hajar menambahkan, pemuda Muslim harus menjadi bagian dari solusi, bukan justru ikut menyebarkan narasi yang memperkeruh suasana dan berpotensi memecah belah masyarakat.
“Pemuda Muslim punya tanggung jawab moral menjaga negeri ini. Mendukung Polri yang profesional dan setia pada konstitusi adalah bagian dari menjaga NKRI,” katanya.
BAKOPAM Sumut juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memperkuat sinergi antara pemerintah, Polri, dan rakyat demi terciptanya Indonesia yang aman, damai, dan berkeadilan.
Di akhir pernyataannya, Ibnu Hajar menegaskan bahwa BAKOPAM Sumut akan terus mengawal isu-isu kebangsaan serta berdiri tegak bersama institusi negara dalam menjaga keutuhan dan kedaulatan Republik Indonesia.@red


