masukkan script iklan disini
MEDAN | 24jamtop.com : Suasana malam di bulan suci Ramadhan 1447 H di Kota Medan terasa lebih hidup dan bermakna. Komunitas Da'i Melayu Sumatera Utara (KOMDAM SUMUT) sukses menyelenggarakan "Gebyar Ramadhan: Mencari Bakat dan Menguatkan Mental Anak Bangsa" pada 10–11 Maret 2026. Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang perlombaan, tetapi juga gerakan untuk menggali potensi generasi muda sekaligus melestarikan khazanah budaya Melayu.
Beragam kompetisi digelar, mulai dari Pemilihan Da'i Cilik (Pildacil) yang menjadi wadah pembinaan dai muda, lomba hafalan surah pendek untuk menumbuhkan kecintaan terhadap Al-Qur'an, hingga Lomba Barzanji dan Marhaban yang diikuti antusias masyarakat Medan dan Deli Serdang. Tak ketinggalan, lomba mewarnai logo KOMDAM yang menampilkan simbol Tanjak dan Istana Maimun menjadi sarana edukasi visual bagi anak-anak tentang identitas budaya Melayu.
"Melalui lomba mewarnai ini, kita ingin anak-anak menyadari bahwa keberadaan Melayu telah mengakar di Nusantara, dengan bukti sejarah nyata seperti Istana Kerajaan Deli," ujar panitia.
Puncak acara pada malam kedua dihadiri sejumlah tokoh penting, antara lain Sultan Deli XIV, Staf Ahli Wali Kota Medan, Kepala Dinas UMKM Kabupaten Batu Bara, serta jajaran aparatur pemerintah setempat.
Ketua Umum KOMDAM SUMUT, Ustadz Bukhari Al Hafidz atau akrab disapa Ustadz Gondrong, menegaskan pentingnya kolaborasi pemuda, ulama, dan pemerintah dalam membangun wilayah pesisir Melayu.
"Dakwah adalah kewajiban setiap orang. Gelar 'PNS' yang kami sandang di sini bukanlah Pegawai Negeri Sipil, melainkan Pegawai Nabi Muhammad Shalallahu alaihi wassalam," tegasnya penuh semangat.
Sultan Deli XIV dan Staf Ahli Wali Kota Medan dalam sambutannya mengajak masyarakat menjadikan Ramadhan sebagai momentum memperkuat silaturahim dan persatuan antar-puak. Menurutnya, hal itu akan menjadikan bulan suci lebih bermakna dalam kehidupan sosial.
Acara ditutup dengan penyerahan hadiah kepada para pemenang sebagai bentuk apresiasi atas bakat dan keberanian mereka. KOMDAM SUMUT berharap semangat "Gebyar Ramadhan" ini terus menjadi energi positif bagi dakwah dan pelestarian budaya Melayu di Sumatera Utara.@red


