masukkan script iklan disini
DELI SERDANG | 24jamtop.com : Fajar menyingsing di Bandara Internasional Kualanamu membawa kabar gembira dan suasana haru yang mendalam. Sebanyak 360 Jamaah Calon Haji (JCH) asal Kota Binjai dan Medan, yang tergabung dalam Kelompok Terbang (Keloter) pertama Embarkasi Medan, resmi diberangkatkan menuju Tanah Suci pada Rabu (22/4/2026) pagi.
Momen ini menjadi catatan sejarah baru bagi penyelenggaraan haji di Sumatera Utara. Untuk pertama kalinya, jamaah tidak lagi berangkat Melalui terminal Cargo yang sempit, melainkan menikmati kemewahan dan kenyamanan layanan Terminal Internasional dengan akses langsung ke pesawat menggunakan Garbarata (Jet Bridge).
Perjalanan Dimulai dengan Kemudahan
Rangkaian keberangkatan dimulai sejak dini hari. Sekitar pukul 01.30 WIB, iring-iringan 10 bus besar yang membawa jamaah tiba di Apron Terminal Keberangkatan Internasional. Mereka dipandu langsung oleh Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Sumut, Dr. H. Zulkifli Sitorus, M.A., bersama jajaran Pejabat Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Medan.
Suasana terminal yang luas, bersih, dan berfasilitas modern membuat wajah para jamaah berseri-seri. Tidak ada lagi antrean panjang di bawah terik matahari atau hujan; semua proses berjalan mulus, cepat, dan nyaman layaknya penumpang kelas bisnis.
Dalam sambutannya di hadapan para jamaah sebelum masuk ke garbarata, Dr. H. Zulkifli Sitorus menyampaikan optimisme tinggi untuk musim haji tahun ini. Ia menyoroti dua terobosan besar yang dirasakan langsung oleh jamaah.
"Alhamdulillah, tahun ini Allah memberikan kemudahan ganda. Pertama, Kartu Nusuk elektronik sudah dibagikan kepada seluruh jamaah. Kartu pintar ini terintegrasi dengan data paspor dan identitas diri, memudahkan akses ke seluruh layanan di Arab Saudi. Kedua, momen bersejarah hari ini: pemberangkatan kita melalui Terminal Internasional dengan fasilitas Garbarata," ujar Zulkifli dengan nada bangga.
Zulkifli menjelaskan bahwa kebijakan ini hasil rapat koordinasi intensif antara Kemenag Sumut, Otoritas Bandara (Otband) Wilayah II, PT Angkasa Pura Aviasi, Maskapai Garuda Indonesia, dan seluruh stakeholder terkait. Tujuannya satu: memuliakan tamu Allah sejak langkah pertama mereka meninggalkan tanah air.
Kabar baik lainnya datang dari aspek kesehatan. Berdasarkan pemantauan terakhir, profil kesehatan JCH Sumut tahun ini jauh lebih bugar dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Dari total 17 Keloter yang akan diberangkatkan dari Embarkasi Medan, tercatat hanya 30% jamaah yang masuk kategori Risiko Tinggi (Risti).
"Ini indikasi bahwa persiapan fisik dan mental jamaah sangat matang. Dengan kondisi sehat seperti ini, insya Allah ibadah haji tahun ini akan berjalan khusyuk dan lancar tanpa hambatan berarti," tambah Zulkifli.
Detik-Detik Pelepasan di Sayap Garuda
Puncak acara berlangsung khidmat tepat pukul 03.10 WIB. Setelah seluruh 360 jamaah dari Binjai dan Medan menempati kursi masing-masing di dalam pesawat Garuda Indonesia, Dr. H. Zulkifli Sitorus bersama petugas PPIH memberikan isyarat keberangkatan.
Diiringi lantunan Azan Subuh yang menggema di ruang tunggu dan kabin pesawat, serta doa restu dari ribuan keluarga yang mengantarkan, pesawat perlahan meluncur meninggalkan landasan pacu Kualanamu, mengarah ke Mekkah Al-Mukarramah. Air mata haru tumpah, bukan karena kesedihan, melainkan karena rindu yang akhirnya terbayar lunas.@Yan


