Iklan

Iklan

Maulid Nabi Muhammad SAW di Desa Tinjul, Momentum Meneladani Akhlak Rasulullah

24JAMNews
25 Agustus 2026, 12:37 WIB Last Updated 2026-08-25T05:41:25Z
masukkan script iklan disini
masukkan script iklan disini
LINGGA | 24jamtop.com : Dalam rangka menyambut dan memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah, masyarakat Desa Tinjul menggelar kegiatan keagamaan yang diisi dengan tausiah serta berbagai kegiatan bernuansa Islami. Peringatan tersebut menjadi momentum bagi umat Islam untuk mengenang kelahiran Rasulullah SAW sekaligus meningkatkan kecintaan dan keteladanan terhadap akhlak beliau.

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tahun ini bertepatan dengan Rabu, 26 Agustus 2026, atau 12 Rabiul Awal 1448 H.

Dalam sambutannya, Kepala Desa Tinjul, Amren, menyampaikan apresiasi kepada seluruh umat Muslim di Desa Tinjul yang antusias mengikuti peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.

Menurutnya, Maulid Nabi bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi hendaknya menjadi momentum untuk memperkuat keimanan, memperbanyak ibadah, serta menumbuhkan kecintaan kepada Rasulullah SAW.

“Saya sangat mengapresiasi antusiasme masyarakat Desa Tinjul dalam memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW. Semoga kegiatan ini tidak hanya menjadi acara tahunan, tetapi juga menjadi momentum untuk meneladani akhlak Rasulullah dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Amren.

Ia menambahkan, peringatan Maulid Nabi juga memiliki nilai penting dalam mengenalkan sosok Rasulullah SAW kepada generasi muda. Dengan mengenal sejarah, perjuangan, serta akhlak Rasulullah, diharapkan kecintaan umat kepada Nabi Muhammad SAW semakin kuat.

Sementara itu, tausiah dalam kegiatan tersebut disampaikan Ustaz Ahmad Sapuan, Imam Masjid Al-Khair Desa Tinjul. Dalam ceramahnya, ia mengajak masyarakat menjadikan peringatan Maulid Nabi sebagai sarana meningkatkan rasa syukur sekaligus memperbanyak amal kebaikan.

Ahmad Sapuan menjelaskan, dalam tradisi keagamaan sebagian umat Islam, peringatan Maulid dipahami sebagai bentuk mengingat dan menumbuhkan kecintaan kepada Rasulullah SAW. Peringatan tersebut dapat diisi dengan berbagai kegiatan positif seperti pengajian, membaca shalawat, Al-Barzanji, bersedekah, berbagi makanan, serta memperbanyak amal ibadah.

Ia juga menyampaikan bahwa terdapat berbagai riwayat dan dalil yang kerap menjadi rujukan dalam pembahasan mengenai Maulid Nabi. Salah satunya adalah hadis tentang puasa hari Senin, ketika Rasulullah SAW menjelaskan bahwa hari tersebut merupakan hari kelahirannya dan hari diturunkannya wahyu kepada beliau.

Selain itu, ia mengingatkan umat Islam untuk menjadikan Rasulullah SAW sebagai teladan dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam hal kejujuran, kesabaran, kasih sayang, persaudaraan, dan kepedulian terhadap sesama.

Ahmad Sapuan juga mengutip firman Allah SWT dalam QS Yunus ayat 58 yang mengajarkan umat untuk bergembira atas karunia dan rahmat Allah SWT. Ia kemudian mengaitkannya dengan sosok Nabi Muhammad SAW sebagai rahmat bagi seluruh alam sebagaimana ditegaskan dalam QS Al-Anbiya ayat 107.

“Inti dari peringatan Maulid Nabi adalah bagaimana kita semakin mengenal Rasulullah SAW, mencintai beliau, serta meneladani akhlaknya. Jangan sampai Maulid hanya menjadi kegiatan tahunan, tetapi nilai-nilai keteladanan Rasulullah harus kita terapkan dalam kehidupan sehari-hari,” tutur Ahmad Sapuan.

Ia berharap momentum Maulid Nabi Muhammad SAW dapat mempererat silaturahmi antarwarga, meningkatkan keimanan, serta mendorong masyarakat Desa Tinjul untuk terus menghidupkan kegiatan keagamaan dan menanamkan akhlak mulia kepada generasi penerus.@Abdullatif
Komentar

Tampilkan