masukkan script iklan disini
DELI SERDANG | 24jamtop.com : Kreativitas Bupati Deli Serdang, dr. Asri Ludin Tambunan, kembali menjadi sorotan publik. Sebuah kawasan yang sebelumnya dipenuhi semak belukar dan pepohonan liar di pinggiran Kompleks Kantor Bupati Deli Serdang, kini disulap menjadi ruang santai yang eksotis dan nyaman.
Lokasi tersebut merupakan bekas areal Hutan Kota yang dikelola Dinas Kehutanan Deli Serdang.
Dahulu terkesan horor karena rimbunnya pohon beringin dan semak yang tak terawat. Namun, dengan “tangan dingin” Bupati Asri Ludin Tambunan, kawasan itu kini berubah menjadi tempat bersantai yang menenangkan.
Suasana sejuk dari pepohonan besar, kicauan burung yang terus terdengar, serta nuansa alami yang masih terjaga membuat lokasi ini terasa seperti sebuah oase di tengah panasnya Kota Lubuk Pakam. Pengunjung seolah tidak sedang berada di pusat pemerintahan, melainkan seperti berada di kaki gunung yang asri dan tenang.
Menurut informasi di lapangan, kawasan tersebut direncanakan akan dikembangkan menjadi tempat kuliner bertema hutan. Konsep ini dinilai unik dan berpotensi menjadi destinasi baru bagi masyarakat Deli Serdang maupun wisatawan.
Lebih dari sekadar penataan ruang hijau, langkah ini juga merupakan bagian dari upaya strategis Bupati Deli Serdang dalam menata para pedagang, khususnya pelaku UMKM kuliner yang selama ini beraktivitas di seputaran Kompleks Kantor Bupati.
Penataan ini bertujuan agar para pelaku usaha kecil dapat ditempatkan di lokasi yang lebih tertib, nyaman, dan estetis, tanpa mengganggu fungsi perkantoran maupun ruang publik. Dengan konsep tematik dan terpusat, para pedagang diharapkan dapat berjualan dengan lebih teratur, menarik minat pengunjung, serta meningkatkan daya saing produk lokal.
Plt. Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian (Kominfostan) Deli Serdang, Anwar Sadat Siregar, mengatakan bahwa penataan kawasan ini merupakan bagian dari visi besar Bupati dalam menciptakan wajah kota yang lebih tertata, nyaman, dan ramah bagi masyarakat.
“Ini bukan hanya soal memperindah lingkungan, tetapi juga tentang menata aktivitas ekonomi masyarakat, khususnya UMKM. Bupati ingin agar para pedagang memiliki tempat yang layak, tertib, dan tidak mengganggu fungsi kawasan perkantoran. Dengan konsep yang baik, ekonomi rakyat bisa tumbuh tanpa mengorbankan keindahan kota,” ujar Anwar Sadat Siregar.
Ia menambahkan, dalam mendukung Misi Pembangunan Deli Serdang yang keempat yaitu Sehat Lingkungannya konsep membangun ruang terbuka yang nyaman juga sejalan dengan upaya pemerintah daerah menghadirkan ruang publik yang sehat, asri, dan bisa dinikmati semua kalangan.
“Masyarakat membutuhkan ruang untuk bersantai, berkumpul, dan melepas penat. Kehadiran area ini menjadi alternatif ruang publik yang positif, sekaligus mendukung geliat ekonomi lokal, jadi Kawasan Ekowisata ini srlain memiliki nilai ekologis juga memiliki nilai ekonomis" tambahnya.
Salah seorang masyarakat yang melintas, mengaku kagum dengan perubahan kawasan tersebut, meski berharap nuansa alami tetap dipertahankan.
“Sayang kalau dijadikan tempat kuliner penuh. Nanti suasana asrinya bisa hilang. Kalau bisa tetap seperti ini, yang jualan di luar area saja. Lokasi ini khusus untuk bersantai, walaupun bawa makanan sendiri tapi jangan masak di sini,” ujarnya.
Transformasi kawasan ini dinilai sebagai bukti kreativitas dan visi Bupati Deli Serdang dalam menata lingkungan perkotaan sekaligus memberdayakan UMKM. Penataan yang rapi dan terkonsep diharapkan mampu menciptakan kawasan kuliner yang tidak semrawut, ramah pengunjung, serta tetap menjaga keasrian lingkungan.
Rencananya, pengelolaan kawasan tersebut akan berada di bawah Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Deli Serdang, sehingga pembinaan terhadap para pelaku UMKM dapat dilakukan secara terarah, baik dari sisi fasilitas, kebersihan, hingga kualitas produk, juga akan dilaunching dalam waktu dekat ini.
Langkah ini menjadi contoh bahwa ruang terbengkalai tidak hanya bisa disulap menjadi aset estetika, tetapi juga menjadi ruang ekonomi produktif yang memberi manfaat bagi masyarakat, tanpa mengorbankan nilai lingkungan dan kenyamanan publik.@red-Rhy


