Iklan

Iklan

Desa Terisolasi Akibat Bencana Aceh Tamiang, Masjid Nusantara Bawa Harapan Lewat Donasi

24JAMNews
06 Januari 2026, 10:04 WIB Last Updated 2026-01-08T00:23:42Z
masukkan script iklan disini
masukkan script iklan disini

ACEH TAMIANG | 24jamtop.com : Udara siang di Desa Sekumur, Kecamatan Sekra, masih terasa dingin dan penuh dengan debu lumpur yang menyelimuti setiap sudut. Delapan kilometer sebelum memasuki desa, reruntuhan pohon dan tanah longsor menghalangi jalan menjadi saksi bisu betapa dahsyatnya bencana yang melanda wilayah ini lebih dari sebulan yang lalu.


Tak ada suara mesin alat berat yang menggerus reruntuhan, hanya deru napas warga yang berkumpul, tangan berlumuran lumpur, menyusun kayu-kayu bekas menjadi jalan sementara yang sempit namun penuh harapan.

"Kita tidak bisa hanya diam menunggu. Anak-anak sudah tiga hari tidak makan cukup, nenek-nenek saya sakit tapi tidak bisa ke puskesmas," ujar Mak Atik (62), salah satu warga yang turut andil dalam membuka akses jalan. Matanya merah karena menangis dan kurang tidur, namun tangannya tetap gigih mengangkat mengais kayu bercampur lumpur.


Bersama puluhan warga lainnya, mereka bekerja tanpa henti selama ber hari-hari. dengan hanya sedikit makanan dan air yang tersisa. "Kita hanya berdoa, semoga ada orang baik yang melihat usaha kita ini," tambahnya dengan suara bergetar.

 

Wilayah Desa Sekumur benar-benar terputus dari dunia luar selama Dua Puluh hari. Akses utama yang biasanya digunakan untuk memasuki desa benar-benar tertutup oleh lumpur tebal hingga dua meter, sementara jembatan penghubung desa dengan kecamatan rusak total. Pasokan listrik yang putus membuat malam hari menjadi sangat sunyi dan penuh ketakutan, terutama bagi anak-anak yang belum pernah mengalami kondisi seperti ini sebelumnya.

"Suara anak-anak menangis setiap malam. Mereka takut kegelapan, takut lapar, dan takut tidak tahu kapan keadaan akan pulih," cerita Pak puleh (60), seorang ayah dari dua anak. Di rumahnya yang sudah hilang terbawa deras nya arus air, keluarga ini bertahan dengan memasak Indomie 1 bungkus berbagi untuk dirinya, istri dan ke dua anaknya.


"Kita tidak punya pilihan lain. Yang penting kita tetap bersama," kami juga bermohon kepada tim Masjid Nusantara agar kedepannya dapat memberikan bantuan berupa sampan untuk akses penyebrangan.

 

Banyak lansia di desa ini juga mengalami kesulitan berat. Kondisi kesehatan mereka semakin memburuk karena kurangnya obat dan perawatan yang layak. Ada juga yang bertahan tanpa obat selama berhari-hari, hingga akhirnya warga bisa membawa dia keluar desa melalui jalan kayu yang mereka susun sendiri.


Setelah mendapatkan informasi tentang kondisi darurat di Desa Sekumur, tim Masjid Nusantara yang telah mendirikan posko kemanusiaan di Dusun Babo, Desa Rantau Bintang sejak 13 Desember 2025, segera merencanakan langkah penyaluran bantuan. Konsep "Masjid Siaga" yang diusung oleh lembaga ini bukan hanya sekadar memberikan bantuan materi, melainkan menjadikan masjid sebagai pusat perhatian dan perawatan bagi seluruh masyarakat terdampak.

"Kita tidak bisa tinggal diam melihat saudara-saudara kita menderita. Masjid bukan hanya tempat ibadah, tapi juga rumah bagi semua orang yang membutuhkan bantuan," ujar Pras Purworo (CEO Masjid Nusantara) saat memimpin proses penyaluran bantuan. Senin (5/01/2026).


Barisan paket sembako yang terdiri dari 100 paket sembako dan 200 paket makanan siap saji, tim juga menyampaikan 100 eksemplar Kitab Suci Al-Qur'an dan berbagai buku anak-anak untuk memenuhi kebutuhan dasar dan kebutuhan spiritual serta pendidikan anak-anak terdampak.

 

Bantuan ini sangat berarti bagi warga Desa Sekumur, yang mengalami dampak terparah dari bencana. Dengan kondisi darurat seperti ini, anak-anak sangat membutuhkan dukungan psikologis, makanan bergizi, dan penerangan untuk belajar di malam hari.

 

"Kita tidak hanya ingin membantu mereka bertahan hari ini, tapi juga membangun harapan untuk masa depan mereka. Kolaborasi antara berbagai pihak ini membuktikan bahwa kita bisa lebih kuat jika bekerja sama."

Donasi ini hasil kolaborasi Masjid Nusantara, Syaamil Qur'an, Amalsholeh, dan PABPDSI Sumatera Utara.


Saat bantuan mulai disalurkan, suara takbir dan doa berkumandang di udara Desa Sekumur. Warga yang menerima bantuan menangis haru, mereka berpelukan satu sama lain dan mengucapkan terima kasih dengan segenap hati.


Mak Atik yang sebelumnya bekerja gigih membuka jalan, menangis sambil menerima paket sembako. "Alhamdulillah, akhirnya ada yang peduli dengan kita. Ini bukan hanya bantuan, tapi harapan bagi kita semua," ujarnya sambil mencium paket sembako yang diterimanya.

 

Masjid Nusantara menyatakan bahwa bantuan yang disalurkan saat ini hanya sebagai awal dari upaya pemulihan yang lebih luas. Tim akan terus melakukan kunjungan ke wilayah-wilayah sulit diakses lainnya di Sumatera, serta merencanakan rekonstruksi fasilitas umum seperti masjid.


"Kita akan terus berada di sini bersama saudara-saudara kita hingga mereka benar-benar pulih. Doa, dukungan, dan bantuan dari seluruh masyarakat sangat berarti untuk memastikan bahwa setiap langkah pemulihan bisa berjalan dengan lancar," pungkas Pras Purworo.


Ditengah kegelapan dan keterbatasan, bantuan dari Masjid Nusantara dan para kolaborator ini menjadi secercah cahaya yang menghangatkan hati. Mudah-mudahan setiap tindakan kemanusiaan yang dilakukan bisa menjadi berkah bagi semua pihak, dan semangat gotong royong yang ada di dalam hati setiap warga terdampak bisa menjadi kekuatan untuk bangkit dan membangun masa depan yang lebih baik.@Sp

Komentar

Tampilkan