BATAM | 24jamtop.com : Proyek pembangunan Gedung Laboratorium dan Perpustakaan Tipe 2 Madrasah Tsanawiyah (MTs) 1 Filial Batam (tahap I) senilai Rp2.140.808.698,53 hingga kini belum juga rampung, padahal seharusnya selesai pada Desember 2025. Proyek yang didanai dari Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) melalui Kantor Wilayah Kementerian Agama Kepulauan Riau (Kanwil Kemenag Kepri) ini dikerjakan oleh CV Eon Karya dengan konsultan pengawas PT Astakona Citra Grafindo.
Pantauan di lokasi menunjukkan aktivitas pekerjaan masih berlangsung, dengan progres fisik proyek diperkirakan baru mencapai 75 persen. Keterlambatan ini menimbulkan pertanyaan besar mengenai efektivitas pengawasan dan pengelolaan anggaran negara.
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) proyek, Sulaiman, membenarkan adanya keterlambatan dan menyebutkan beberapa faktor penyebab, seperti pekerjaan tanah dan bore pile yang memakan waktu lebih lama, serta keterbatasan tenaga kerja. Namun, alasan ini dinilai kurang memuaskan mengingat proyek ini telah melewati batas waktu yang ditentukan.
Keterlambatan proyek ini menimbulkan kekhawatiran akan kualitas bangunan yang dihasilkan. Masyarakat berharap agar pihak terkait dapat segera menyelesaikan proyek ini dengan kualitas yang baik, serta melakukan evaluasi menyeluruh terhadap proses perencanaan dan pelaksanaan proyek agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang.
Sesuai dengan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 84 Tahun 2025, penyedia jasa akan dikenakan denda. Namun, denda saja tidak cukup untuk mengganti kerugian waktu dan potensi manfaat yang seharusnya sudah bisa dirasakan oleh para siswa dan guru MTs 1 Filial Batam.@Jabat



