Iklan

Iklan

Jalan Perjuangan Hancur, Warga Namorambe Menagih Janji, Aspal Hancur Jadi Momok Keselamatan

24JAMNews
24 April 2026, 21:41 WIB Last Updated 2026-04-24T14:41:22Z
masukkan script iklan disini
masukkan script iklan disini
DELI SERDANG | 24jamtop.com : Nama "Jalan Perjuangan" di Kecamatan Namorambe, Kabupaten Deli Serdang, kini seolah menjadi ironi yang menyakitkan. Bukan lagi simbol perjuangan membangun daerah, jalan ini justru menjadi medan perjuangan harian bagi warga untuk sekadar melintas dengan selamat.

Pada Jumat (25/4/2026), kondisi jalan utama penghubung aktivitas ekonomi dan sosial warga tersebut kembali menjadi sorotan tajam. Permukaan aspal yang seharusnya mulus kini terlihat terkelupas parah, dipenuhi lubang-lubang besar sedalam lutut orang dewasa, serta kontur permukaan yang tidak rata bak bulan purnama.

Situasi ini bukan sekedar ketidaknyamanan, melainkan ancaman nyata bagi keselamatan jiwa. Pengguna jalan, mulai dari pengendara sepeda motor, mobil pribadi, hingga angkutan umum, terpaksa melakukan manuver zig-zag berbahaya untuk menghindari lubang. Risiko kecelakaan lalu lintas membayangi setiap kali roda kendaraan menyentuh ruas jalan ini.

"Kami sudah lelah berjanji pada nasib. Setiap hari kami bertaruh nyawa. Anak-anak sekolah, ibu-ibu ke pasar, sampai pekerja yang buru-buru, semua harus ekstra waspada. Ini bukan lagi jalan, ini jebakan," keluh salah satu warga setempat yang enggan disebutkan namanya, sambil menunjuk lubang besar di depan rumahnya.

Harapan Tertuju pada Pemerintah
Di tengah keputusasaan akibat kerusakan yang tak kunjung diperbaiki meski keluhan telah berulang kali disampaikan, warga Namorambe masih menyimpan secercah harapan. Mata mereka tertuju pada Pemerintah Kabupaten Deli Serdang dan instansi terkait.

Warga mendesak agar prioritas perbaikan Jalan Perjuangan segera direalisasikan. Mereka berharap adanya tindakan cepat (quick response) sebelum musibah serius terjadi.

"Kami percaya pemerintah peduli. Kami hanya meminta hak kami sebagai warga negara: jalan yang layak dan aman. Jangan tunggu ada korban jiwa baru action. Perbaiki sekarang, sebelum penyesalan datang terlambat," tegas perwakilan warga dalam sebuah diskusi singkat di lokasi kejadian.

Jalan Perjuangan di Namorambe sedang "berteriak" minta tolong. Kini, bola ada di tangan pemerintah. Akankah jeritan warga ini didengar, ataukah lubang-lubang itu akan terus menjadi saksi bisu atas lambatnya respons pembangunan?

Warga Namorambe menunggu langkah nyata. Karena bagi mereka, jalan yang baik adalah awal dari kehidupan yang lebih baik.@Sembiring
Komentar

Tampilkan