Iklan

Iklan

Wakil Bupati Asahan Sambut Hangat Komnas Perlindungan Anak, Sepakat Wujudkan Kabupaten Ramah Anak

24JAMNews
03 Agustus 2026, 12:09 WIB Last Updated 2026-08-03T05:09:49Z
masukkan script iklan disini
masukkan script iklan disini
ASAHAN | 24jamtop.com : Wakil Bupati Asahan Rianto, S.H., M.A.P. menerima kunjungan silaturahmi jajaran Komnas Perlindungan Anak yang dipimpin Ketua Umum Agustinus Sirait, S.E di lingkungan Pemerintah Kabupaten Asahan. Pertemuan berlangsung hangat dan penuh semangat kolaborasi dalam upaya memperkuat perlindungan anak di Kabupaten Asahan. Senin (3/8/2026).0

Dalam pertemuan tersebut, kedua belah pihak sepakat membangun sinergi untuk mewujudkan Kabupaten Asahan sebagai Kabupaten Ramah Anak melalui berbagai program yang berkelanjutan dan melibatkan seluruh elemen masyarakat.

Ketua Umum Komnas Perlindungan Anak, Agustinus Sirait, menyampaikan komitmennya untuk terus bersinergi dengan Pemerintah Kabupaten Asahan dalam memperkuat sistem perlindungan anak, termasuk meningkatkan edukasi, pencegahan kekerasan terhadap anak, serta pendampingan bagi anak-anak yang membutuhkan perlindungan.

Sementara itu, Ketua Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Asahan Yon Ardin mengusulkan adanya kerja sama dalam melakukan monitoring terhadap berbagai tempat yang dinilai memiliki kerentanan dalam pengawasan, termasuk lingkungan pesantren. Langkah tersebut diharapkan menjadi bagian dari upaya pencegahan dini terhadap potensi terjadinya kekerasan maupun pelanggaran hak anak. Pungkas Yon.

Menanggapi hal tersebut, Wakil Bupati Asahan menyatakan dukungan penuh terhadap seluruh program perlindungan anak yang digagas Komnas Perlindungan Anak dan LPA.

"Saya sangat setuju. Pemerintah Kabupaten Asahan siap membangun kolaborasi yang berkelanjutan demi kepentingan masyarakat, khususnya dalam memberikan perlindungan terbaik bagi anak-anak," ujar Rianto.

Salah satu program yang menjadi perhatian serius adalah rencana pembentukan Rumah Aman atau Rumah Perlindungan bagi korban. Fasilitas tersebut diharapkan dapat menjadi tempat perlindungan sementara bagi anak maupun perempuan yang menjadi korban kejahatan seksual, kekerasan, hingga penyalahgunaan narkoba.

Menurut Wakil Bupati, keberadaan rumah perlindungan menjadi kebutuhan yang sangat mendesak mengingat mulai ditemukannya berbagai persoalan yang melibatkan kalangan pelajar, baik kasus penyalahgunaan narkoba maupun tindak kekerasan seksual.

Rianto juga menegaskan bahwa penanganan persoalan anak tidak dapat dilakukan oleh pemerintah dan aparat penegak hukum saja. Ia meminta agar setiap kegiatan yang berkaitan dengan perlindungan anak, termasuk razia di tempat-tempat hiburan malam, turut melibatkan LPA sebagai mitra strategis.

"Kita tidak bisa bergerak sendiri. Selain kepolisian dan Satpol PP, LPA juga harus dilibatkan dalam berbagai kegiatan yang menyangkut perlindungan anak. Dengan kolaborasi yang kuat, kita dapat mencegah semakin banyak anak menjadi korban," tegasnya.

Pertemuan tersebut diharapkan menjadi langkah awal lahirnya kerja sama yang lebih konkret antara Pemerintah Kabupaten Asahan, Komnas Perlindungan Anak, dan LPA Asahan dalam menciptakan lingkungan yang aman, sehat, dan ramah bagi seluruh anak di Kabupaten Asahan.@Yan
Komentar

Tampilkan