masukkan script iklan disini
SUMUT | 24jamtop.com : Ancaman gagal panen menghantui sejumlah petani di Desa Gunung Tua Tonga, Kecamatan Padang Bolak, Kabupaten Padang Lawas Utara (Paluta). Kondisi tersebut dipicu jebolnya tanggul jaringan irigasi yang selama ini menjadi sumber pengairan sawah masyarakat.
Keluhan itu disampaikan Kelompok Tani Sejahtera kepada anggota DPRD Sumatera Utara dari Fraksi PAN, Hermansyah Lubis, saat para petani mendatangi kediamannya pada Sabtu (5/9/2026).
Para petani mengadukan kondisi jaringan irigasi yang rusak dan jebol. Mereka khawatir, jika kerusakan tidak segera ditangani, tanaman padi yang saat ini membutuhkan pasokan air terancam gagal panen.
Kekhawatiran tersebut semakin besar karena kondisi cuaca yang memasuki musim kemarau. Minimnya pasokan air membuat keberadaan jaringan irigasi menjadi sangat vital bagi keberlangsungan tanaman padi milik masyarakat.
Mendengar keluhan tersebut, Hermansyah Lubis langsung merespons dengan menghubungi Wakil Bupati Padang Lawas Utara melalui sambungan telepon. Komunikasi tersebut dilakukan di hadapan para petani.
Dalam komunikasi itu, Hermansyah menyampaikan langsung kondisi yang dihadapi para petani kepada Wakil Bupati Paluta. Dari komunikasi tersebut diketahui bahwa keluhan petani juga telah diteruskan kepada pihak Balai Wilayah Sungai (BWS).
Meski telah mendapat penjelasan mengenai upaya koordinasi pemerintah, para petani mengaku masih diliputi keresahan. Mereka berharap kerusakan tanggul segera diperbaiki agar aliran air kembali normal dan tanaman padi tidak mengalami kekurangan air.
Hermansyah Lubis pun menyatakan tidak ingin persoalan tersebut hanya berhenti pada penyampaian keluhan. Sembari menunggu alat berat dari Pemerintah Kabupaten Padang Lawas Utara dikerahkan ke lokasi, ia memberikan bantuan uang tunai kepada para petani.
Bantuan tersebut diharapkan dapat digunakan masyarakat untuk melakukan penanganan sementara secara gotong royong terhadap bagian jaringan irigasi yang mengalami kerusakan.
“Uang tersebut diharapkan bisa digunakan untuk mengerjakan jaringan irigasi yang jebol secara gotong royong, sembari menunggu alat berat Pemerintah Kabupaten Padang Lawas Utara,” ujar Hermansyah Lubis.
Menurutnya, persoalan irigasi tidak boleh dianggap sepele, terlebih ketika petani menghadapi musim kemarau. Ketersediaan air menjadi salah satu faktor utama yang menentukan keberhasilan produksi pertanian.
Hermansyah juga berharap Pemerintah Kabupaten Padang Lawas Utara bersama BWS Sumut terus melakukan pemantauan terhadap kondisi jaringan irigasi yang menjadi sumber pengairan lahan pertanian masyarakat.
“Pemerintah daerah dan BWS Sumut diharapkan terus melakukan pemantauan terhadap jaringan irigasi di Paluta, khususnya yang menjadi sumber air bagi para petani. Jangan sampai kerusakan baru ditangani setelah petani mengalami gagal panen,” harapnya.
Para petani kini berharap alat berat pemerintah segera tiba di lokasi sehingga perbaikan dapat dilakukan dan aliran air ke areal persawahan kembali normal.@red


