Iklan

Iklan

Pantauan Lapangan CV Koranda Food, Kondisi Parit Terlihat Jernih dan Tak Berbau

24JAMNews
03 Oktober 2026, 18:18 WIB Last Updated 2026-10-03T11:18:16Z
masukkan script iklan disini
masukkan script iklan disini
HAMPARAN PERAK | 24jamtop.com : Kondisi saluran parit di sekitar aktivitas CV Koranda Food, Dusun VII, Desa Kota Rantang, Kecamatan Hamparan Perak, Kabupaten Deli Serdang, menjadi perhatian menyusul beredarnya isu dugaan pencemaran lingkungan.

Pantauan langsung di lokasi pada Sabtu (3/10/2026) menunjukkan air pada saluran parit di sekitar area usaha terlihat relatif jernih. Dalam pantauan tersebut, tidak terlihat busa pada permukaan air maupun tercium bau menyengat dari saluran yang berada di sekitar lokasi.

Temuan visual tersebut berbeda dengan informasi mengenai dugaan pencemaran yang sebelumnya beredar di tengah masyarakat.

Ketua Dewan Pimpinan Wilayah Sumatera Utara Forum Masyarakat Pemantau Negara (DPW Sumut Formapera), Bambang Syahputra, mengatakan pihaknya melakukan pengecekan langsung untuk melihat kondisi saluran air di sekitar lokasi usaha.

“Dari hasil pantauan kami di lapangan, kondisi air di parit sekitar lokasi usaha terlihat relatif jernih, tidak keruh, dan tidak berbau. Ini berbeda dengan informasi yang sempat beredar,” ujar Bambang.

Menurutnya, informasi mengenai dugaan pencemaran lingkungan sebaiknya tidak langsung disimpulkan tanpa adanya pemeriksaan dan data yang dapat dipertanggungjawabkan.

Ia mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati menerima informasi yang beredar, terutama apabila belum diketahui sumber dan dasar faktualnya.

“Pastikan setiap informasi yang diterima sudah jelas sumber dan datanya, agar tidak menimbulkan kesalahpahaman yang dapat merugikan pihak tertentu,” katanya.

Sementara itu, Harbani, yang mengaku sebagai bagian dari tim kebersihan CV Koranda Food, mengatakan perusahaan tersebut telah beroperasi selama kurang lebih 15 tahun.

Menurut Harbani, pihak perusahaan secara rutin melakukan pembersihan dan perawatan terhadap saluran air yang berada di sekitar area usaha.

Ia juga menyebut aktivitas perusahaan memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar karena menyerap tenaga kerja, yang sebagian di antaranya merupakan warga setempat.

“Perusahaan ini sudah lama berdiri dan menyerap ratusan tenaga kerja, mayoritas warga setempat. Ini tentu membantu meningkatkan perekonomian masyarakat dan mengurangi pengangguran,” ujarnya.

Harbani juga menyampaikan bahwa aktivitas perusahaan turut memberikan kontribusi terhadap daerah melalui kewajiban-kewajiban perusahaan sesuai ketentuan yang berlaku.

Keterangan serupa disampaikan Eliadi, warga Dusun VII yang tinggal tidak jauh dari lokasi usaha.

Ia mengaku tidak mengetahui adanya kondisi pencemaran seperti yang disebutkan dalam informasi yang beredar.

“Setahu saya tidak ada pencemaran seperti yang diberitakan. Parit di sini ada yang mengontrol dan membersihkan setiap hari. Justru banyak warga yang terbantu karena bisa bekerja di sini,” kata Eliadi.

Sejumlah warga lainnya juga menyampaikan bahwa keberadaan CV Koranda Food memberikan peluang pekerjaan bagi masyarakat di sekitar perusahaan.

Meski demikian, kondisi air yang terlihat secara kasatmata dalam satu kali pantauan lapangan belum dapat dijadikan satu-satunya dasar untuk menyimpulkan ada atau tidaknya pencemaran lingkungan secara teknis.

Untuk memastikan kualitas air dan dugaan pencemaran lingkungan secara objektif, diperlukan pemeriksaan atau pengujian laboratorium terhadap parameter kualitas air sesuai ketentuan yang berlaku.

Karena itu, informasi mengenai kondisi lingkungan di sekitar aktivitas perusahaan tetap perlu disikapi berdasarkan data, pemeriksaan lapangan, serta keterangan dari pihak-pihak terkait.

Peristiwa ini sekaligus menjadi pengingat agar masyarakat tidak mudah menyebarkan informasi yang belum terverifikasi, terlebih ketika informasi tersebut berpotensi memengaruhi reputasi seseorang maupun badan usaha.@red
Komentar

Tampilkan