masukkan script iklan disini
DELI SERDANG | 24jamtop.com : Dugaan praktik jual beli jabatan Kepala Sekolah (Kepsek) tingkat SD dan SMP di Kabupaten Deli Serdang memasuki babak baru yang semakin mengkhawatirkan. Praktik ini disinyalir bukan sekadar ulah oknum nakal, melainkan sebuah skema korupsi terstruktur dan sistemik yang diduga melibatkan figur di lingkaran kekuasaan. Selasa (31/3/2026).
Pengamat Pendidikan, Dr (Cand). Muhammad Ilham, S.Pt., S.H., M.H., menegaskan bahwa pola yang terjadi menunjukkan adanya perlindungan dari pihak-pihak yang memiliki akses politik dan kekuasaan.
“Kalau hanya oknum biasa, ini pelanggaran individu. Tapi jika ada dugaan keterlibatan pihak yang dekat dengan akses kekuasaan, apalagi disebut-sebut terkait lingkar keluarga penguasa, maka ini sudah masuk kategori korupsi terstruktur,” tegas Ilham dalam keterangannya hari ini.
Ia menyoroti bahwa poin krusial yang harus dibongkar oleh Aparat Penegak Hukum (APH) adalah sosok "Aktor Intelektual" yang mengendalikan sistem dari balik layar. Menurutnya, mustahil praktik ini berjalan mulus tanpa adanya sistem yang memungkinkan dan perlindungan dari pemegang otoritas.
Ilham menilai, jika benar ada keterlibatan orang dekat kekuasaan, maka ini adalah bentuk penyalahgunaan pengaruh (trading in influence) yang sangat serius.
"Ini bukan lagi sekadar transaksional uang, melainkan korupsi yang "dilindungi" oleh kekuatan politik. Jika dibiarkan, publik akan melihat bahwa jabatan struktural di dunia pendidikan bisa dibeli asal memiliki kedekatan dengan "penguasa".
“APH harus berani naik ke atas, jangan berhenti di level bawah saja. Siapa yang mengatur? Siapa yang mengambil keuntungan terbesar? Ini yang harus dijawab. Jangan sampai publik percaya bahwa kekuasaan bisa diperdagangkan secara bebas,” tambah Ilham dengan nada tegas.
Menutup pernyataannya, Ilham memberikan peringatan keras bahwa korupsi di sektor pendidikan adalah dosa besar yang berdampak pada jangka panjang. Apabila kursi kepemimpinan sekolah didapat melalui cara-cara kotor, maka integritas pendidikan di Deli Serdang berada di ujung tanduk.
“Ini bukan hanya soal hukum, tapi soal masa depan pendidikan. Jika sistemnya sudah dikendalikan oleh kepentingan sempit, maka yang hancur adalah generasi kita. Sektor pendidikan tidak boleh menjadi 'sapi perah' politik,” pungkasnya.@**


