Iklan

Iklan

Kronologi Penganiayaan Jurnalis TV One: Diserang Saat di Dalam Mobil, Disertai Makian dan Dugaan Ancaman

24JAMNews
03 April 2026, 12:30 WIB Last Updated 2026-04-03T05:30:26Z
masukkan script iklan disini
masukkan script iklan disini
PADANG LAWAS UTARA | 24jamtop.com : Kasus dugaan penganiayaan terhadap jurnalis tvOne, Irvan, terus bergulir dan kini dalam penanganan Unit Pidana Umum Satreskrim Polres Tapanuli Selatan.

Perkara ini tercatat dalam laporan polisi Nomor: STPL/B/94/III/SPKT Polres Tapanuli Selatan, dan hingga kini penyidik masih melakukan proses pendalaman terhadap peristiwa yang terjadi di wilayah Padang Lawas Utara.

Dua orang saksi dari pihak pelapor telah dimintai keterangan oleh penyidik pada Rabu, 1 April 2026, di ruang Pidum Satreskrim Polres Tapanuli Selatan.

Diduga Dipicu Konfirmasi Praktik Rentenir
Korban, Irvan, mengungkapkan bahwa dugaan penganiayaan dilakukan oleh seorang perempuan berinisial YS, yang disebut-sebut merupakan oknum ASN di Puskesmas Gunung Tua, Kecamatan Padang Bolak.

Menurutnya, insiden terjadi setelah dirinya melakukan upaya konfirmasi terkait dugaan praktik rentenir yang melibatkan YS. Praktik tersebut diduga menyasar para kepala desa dengan jaminan buku rekening pemerintah desa—aktivitas yang disebut berada di luar tugas resmi sebagai ASN.

Kronologi Kejadian: Diserang Saat di Dalam Mobil

Peristiwa itu terjadi pada Jumat, 13 Maret 2026, sekitar pukul 15.40 WIB di sebuah warung di Desa Aek Suhat, Kecamatan Padang Bolak.

Irvan menjelaskan, saat itu dirinya tengah berada di dalam mobil dan hendak melanjutkan peliputan. Tiba-tiba, seorang perempuan yang kemudian diketahui sebagai YS datang dari arah belakang dan langsung melakukan penyerangan.

“Saya sudah duduk di dalam mobil, tiba-tiba dia datang dari belakang, masuk sebagian ke dalam mobil lewat pintu sopir yang masih terbuka, lalu memukul dan mencakar bagian perut saya sambil mengeluarkan kata-kata kasar,” ungkap Irvan.

Ia juga mengaku sempat merekam sebagian kejadian tersebut menggunakan ponsel miliknya.

Disertai Makian dan Dugaan Ancaman
Dalam keterangannya, Irvan menyebut pelaku melontarkan kata-kata bernada ancaman dan emosi, di antaranya menyebut bahwa aktivitas jurnalistik korban telah “mengganggu pekerjaannya”.

Selain itu, sebelum kejadian, korban mengaku telah lebih dulu menerima pesan bernada ancaman dan caci maki melalui aplikasi WhatsApp dari terduga pelaku, yang hingga kini masih disimpan sebagai bukti.

Muncul Dugaan Kedekatan dengan Oknum Aparat

Seorang sumber di lokasi kejadian yang enggan disebutkan namanya menyebut bahwa YS dikenal sebagai ASN yang bertugas sebagai tenaga kesehatan di Puskesmas Gunung Tua.

Sumber tersebut juga mengungkapkan adanya dugaan kedekatan antara YS dengan seorang oknum aparat yang disebut memiliki jabatan di salah satu Polsek di wilayah tersebut.

“Setahu kami dia bidan di Puskesmas Gunung Tua. Dia juga dekat dengan salah satu aparat yang punya jabatan di Polsek,” ujar sumber tersebut.

Polisi Masih Dalami Kasus

Hingga saat ini, pihak Polres Tapanuli Selatan belum memberikan keterangan resmi terkait perkembangan terbaru kasus tersebut, termasuk soal dugaan keterlibatan atau “bekingan” aparat.

Penyidik masih terus mengumpulkan bukti dan keterangan saksi guna mengungkap secara terang peristiwa yang menimpa jurnalis tersebut.@**
Komentar

Tampilkan