Iklan

Iklan

Optimisme Dinas Pendidikan Deli Serdang Diuji: Publik Tagih Kebijakan Nyata, Bukan Retorika

24JAMNews
06 April 2026, 01:46 WIB Last Updated 2026-04-05T18:46:55Z
masukkan script iklan disini
masukkan script iklan disini

DELI SERDANG | 24jamtop.com : Pernyataan optimistis Kepala Dinas Pendidikan Deli Serdang terkait peningkatan kualitas pendidikan mendapat perhatian dari berbagai kalangan. Namun, publik menilai bahwa pernyataan tersebut tidak boleh berhenti pada level retorika, melainkan harus dibuktikan melalui kebijakan nyata yang berdampak langsung pada mutu pendidikan.

Pengamat pendidikan, Dr. (Cand) Muhammad Ilham, S.Pt., S.H., M.H., menyatakan bahwa masyarakat saat ini tidak lagi membutuhkan narasi yang bersifat seremonial, tetapi menunggu langkah konkret yang dapat diukur dan dirasakan oleh sekolah, guru, serta peserta didik.

Menurutnya, komitmen peningkatan mutu pendidikan seharusnya dimulai dari pembenahan internal di lingkungan Dinas Pendidikan, khususnya dalam hal tata kelola dan kepemimpinan di satuan pendidikan. Salah satu indikator paling nyata dari keseriusan kepala dinas, menurut Ilham, dapat dilihat dari proses pengangkatan kepala sekolah.

Ia menegaskan bahwa kepala sekolah merupakan kunci manajemen pendidikan di tingkat sekolah. Oleh karena itu, proses pengangkatan kepala sekolah harus dilakukan secara profesional, transparan, dan berbasis kompetensi, bukan karena faktor kedekatan, rekomendasi pihak tertentu, atau kepentingan non-akademik.

“Jangan lagi ada kepala sekolah yang diangkat dari guru yang jarang masuk kelas, tidak memiliki rekam jejak yang baik, atau diangkat karena kedekatan dengan kekuasaan. Jika ini masih terjadi, maka sulit berbicara tentang peningkatan kualitas pendidikan,” tegasnya. Senin (6/4).

Ilham juga mengingatkan bahwa praktik nepotisme dalam pengangkatan jabatan di dunia pendidikan merupakan salah satu penyebab rendahnya kualitas manajemen sekolah. Ketika jabatan diberikan bukan berdasarkan kompetensi dan integritas, maka yang dirugikan bukan hanya sistem pendidikan, tetapi juga masa depan siswa.

Menurutnya, reformasi pendidikan tidak cukup hanya dengan program dan slogan, tetapi harus dimulai dari keberanian memperbaiki sistem birokrasi pendidikan itu sendiri. Tanpa pembenahan pada aspek kepemimpinan dan tata kelola, berbagai program peningkatan mutu pendidikan berpotensi hanya menjadi dokumen administratif tanpa dampak nyata.

Karena itu, publik saat ini menunggu langkah konkret dan keberanian Kepala Dinas Pendidikan dalam mengambil keputusan yang berpihak pada integritas, profesionalisme, dan kualitas pendidikan. Komitmen tidak cukup disampaikan melalui pernyataan di media, tetapi harus dibuktikan melalui kebijakan yang bersih, transparan, dan berorientasi pada mutu pendidikan jangka panjang.

Jika komitmen tersebut benar-benar diwujudkan, maka kepercayaan publik terhadap dunia pendidikan di Deli Serdang akan meningkat. Namun sebaliknya, jika yang terjadi hanya pergantian jabatan tanpa perbaikan sistem, maka pernyataan optimistis tersebut akan dianggap sebagai janji yang berulang tanpa perubahan yang nyata.@**
Komentar

Tampilkan