Iklan

Iklan

‎Menembus Laut Demi Nyawa: Kisah Abdul Latief dan MV Lintas kepri di Lingga

24JAMNews
05 Februari 2026, 20:46 WIB Last Updated 2026-02-05T13:46:57Z
masukkan script iklan disini
masukkan script iklan disini

LINGGA  | 24jamtop.com : Realitas hidup di Kabupaten Lingga menempatkan transportasi laut sebagai kebutuhan utama, bukan pelengkap. Di wilayah yang didominasi laut dan pulau-pulau kecil, akses menuju layanan kesehatan lanjutan sering kali bergantung pada satu hal: ketersediaan kapal yang siap beroperasi.

‎Kondisi itu dirasakan langsung oleh Abdul Latief, tokoh masyarakat sekaligus aktivis sosial yang selama ini aktif mendampingi dan mengantar pasien rujukan dari Lingga ke luar daerah. Dalam banyak kasus, ia menyebut MV Lintas Kepri sebagai moda transportasi yang paling bisa diandalkan saat warga membutuhkan penanganan medis lanjutan.

‎“Kalau bicara rujukan pasien, kami di Lingga sangat bergantung pada transportasi laut. Selama ini MV Lintas Kepri sangat membantu. Banyak pasien bisa sampai ke rumah sakit luar daerah tepat waktu karena kapal ini,” kata Abdul Latief.

‎Ia menjelaskan, proses rujukan medis dari wilayah kepulauan tidak pernah sederhana. Pasien sering berada dalam kondisi lemah, waktu menjadi faktor krusial, sementara pilihan transportasi terbatas. Dalam situasi seperti itu, keberadaan kapal dengan jadwal yang jelas dan kondisi layak menjadi penentu.

‎Menurut Abdul Latief, MV Lintas Kepri tidak hanya berfungsi sebagai angkutan penumpang, tetapi sudah menjadi bagian dari rantai penyelamatan warga kepulauan. Ia mengaku berkali-kali memanfaatkan layanan kapal tersebut untuk membawa pasien menuju rumah sakit rujukan di luar Lingga.

‎“Yang paling penting itu kepastian. Pasien tidak bisa menunggu terlalu lama. Lintas Kepri memberi kepastian perjalanan, itu yang sangat berarti bagi kami yang sering menangani urusan kemanusiaan,” ujarnya.

‎Selain untuk keperluan medis, ia menilai kapal tersebut juga berperan besar dalam menjaga mobilitas masyarakat secara umum. Akses pendidikan, kebutuhan ekonomi, hingga urusan keluarga masyarakat kepulauan ikut terbantu dengan operasional kapal yang konsisten.

‎Sebagai aktivis sosial, Abdul Latief berharap layanan MV Lintas Kepri tetap dipertahankan dan ditingkatkan. Ia menilai, keberlanjutan transportasi laut bukan hanya soal bisnis atau operasional, melainkan menyangkut keselamatan dan hak dasar masyarakat kepulauan.

‎“Bagi warga Lingga, kapal ini bukan fasilitas tambahan. Ini kebutuhan mendasar. Selama ini kami sangat terbantu, dan harapannya pelayanan seperti ini tidak terputus,” tegasnya.

‎Di tengah keterbatasan geografis Kabupaten Lingga, MV Lintas Kepri kini dipandang bukan sekadar alat transportasi, tetapi sebagai penghubung harapan—yang memastikan masyarakat kepulauan tetap memiliki akses terhadap layanan kesehatan dan kehidupan yang layak.@Abdul Latif

Komentar

Tampilkan