Iklan

Iklan

Kondisi Taman Hijau Gajah Mada Memprihatinkan, Ketua LSM Gebuki Soroti Minimnya Perawatan

24JAMNews
06 Juli 2026, 14:00 WIB Last Updated 2026-07-06T07:00:08Z
masukkan script iklan disini
masukkan script iklan disini
BATAM | 24jamtop.com : Kondisi Ruang Terbuka Hijau (RTH) atau Taman Hijau Gajah Mada yang berada di depan deretan ruko Gajah Mada, Tiban, Kecamatan Sekupang, menuai sorotan. Fasilitas publik yang semestinya menjadi ruang olahraga, rekreasi, dan interaksi masyarakat itu kini dinilai semakin memprihatinkan akibat minimnya perawatan.

Ketua LSM Gebuki, Thomas, menilai kondisi taman tersebut sudah jauh dari kata layak. Menurutnya, kerusakan pada jalur pejalan kaki yang biasa digunakan masyarakat untuk jogging telah berlangsung cukup lama tanpa adanya perbaikan yang berarti.

"Kalau dilihat langsung di lapangan, kondisi Taman Gajah Mada memang sudah tidak layak lagi sebagai tempat olahraga. Jalan setapak yang digunakan masyarakat untuk jogging sudah banyak yang hancur dan berlubang. Sudah sering ada warga yang tersandung bahkan terjatuh saat berolahraga karena kondisi jalannya," ujar Thomas saat ditemui wartawan.

Selain jalur jogging yang rusak, Thomas juga menyoroti padamnya lampu penerangan di kawasan taman. Menurutnya, selama beberapa tahun terakhir penerangan tidak lagi berfungsi sehingga kawasan tersebut menjadi gelap pada malam hari dan mengurangi rasa aman bagi masyarakat.

"Dulu masih ada penerangan, sekarang sudah tidak ada lagi. Kalau malam hari kondisinya gelap sekali sehingga taman ini seperti diabaikan dan tidak diperhatikan. Apakah instalasi atau lampunya dicuri atau memang sengaja tidak diperbaiki, kami tidak mengetahui penyebab pastinya," katanya.

Thomas mengingatkan, apabila kondisi tersebut terus dibiarkan tanpa penanganan, bukan tidak mungkin akan menimbulkan persepsi negatif di tengah masyarakat terhadap komitmen pemerintah dalam menjaga fasilitas publik.
"Kalau persoalan ini sampai viral, tentu bisa muncul asumsi dari masyarakat bahwa pemerintah tidak peduli terhadap fasilitas umum yang ada di Batam. Padahal taman seperti ini dibangun menggunakan anggaran negara agar dapat dimanfaatkan masyarakat secara maksimal," tambahnya.

Ia juga menilai fungsi Ruang Terbuka Hijau di kawasan tersebut telah mengalami penurunan. Selain penerangan yang tidak berfungsi, berbagai tanaman dan bunga di area taman tampak tidak terawat sehingga mengurangi nilai estetika kawasan.

"Tempat terbuka hijau ini sekarang justru tidak terlihat hijau lagi. Tanaman dan bunga banyak yang tidak terawat dan terkesan terabaikan. Padahal kami meyakini ada anggaran yang dialokasikan untuk pemeliharaan taman tersebut. Karena itu kami berharap Pemerintah Kota Batam segera melakukan perbaikan terhadap fasilitas, penerangan, serta penataan kembali kawasan taman agar dapat dimanfaatkan masyarakat dengan aman dan nyaman," tutup Thomas.

Berdasarkan pantauan media ini di lokasi pada Sabtu (4/7/2026), kerusakan di kawasan taman terlihat cukup jelas. Jalur jogging dipenuhi retakan dan lubang yang berpotensi membahayakan pengunjung. Selain itu, kolam yang berada di area taman tampak dipenuhi genangan air berwarna hijau, diduga akibat lumut dan minimnya perawatan, sehingga menimbulkan kesan kumuh serta mengurangi kenyamanan pengunjung.

Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan mengenai efektivitas pemeliharaan fasilitas publik, khususnya Ruang Terbuka Hijau yang menjadi salah satu sarana penting bagi masyarakat. Publik berharap instansi terkait segera melakukan evaluasi dan mengambil langkah konkret agar taman tersebut kembali menjadi ruang publik yang aman, bersih, dan representatif.

Hingga berita ini diterbitkan, media ini masih berupaya memperoleh konfirmasi dari dinas terkait guna mendapatkan penjelasan mengenai kondisi taman serta langkah perbaikan yang akan dilakukan.@Jabat
Komentar

Tampilkan