masukkan script iklan disini
DELI SERDANG | 24jamtop.com : Masyarakat Dusun Lestari I dan Lestari II, Desa Tumpatan, Kecamatan Beringin, kini tengah dilanda kekecewaan mendalam. Pasalnya, pihak pengembang Perumahan Grand Lestari dinilai belum menepati janji-janji manis yang sebelumnya disepakati di Aula Kantor Desa Tumpatan. Jumat (13/2/2026).
Dalam pertemuan yang dihadiri perwakilan warga dan PT Citra Anugerah Sedaya selaku pengembang, sejumlah poin krusial telah disepakati. Mulai dari perbaikan jalan yang rusak, perbaikan drainase, pengaturan jam operasional kendaraan proyek, hingga penanganan dampak debu dan kompensasi bagi warga terdampak langsung.
Namun, fakta di lapangan berkata lain. Kondisi jalan utama menuju Dusun Lestari masih memprihatinkan akibat lalu lalang mobil pengangkut material timbunan proyek perumahan. Debu beterbangan semakin menjadi ancaman kesehatan bagi warga, terutama anak-anak dan lansia.
"Kami merasa dipermainkan, Janji di aula desa hanya omong kosong belaka. Jalan masih hancur, debu setiap hari kami hirup. Anak-anak kami batuk-batuk karena debu ini," geram seorang warga dengan nada kesal.
Kerusakan jalan tidak hanya menghambat aktivitas sehari-hari, tetapi juga membahayakan pengguna jalan, terutama saat hujan turun. Jalan menjadi licin dan berlumpur, mengancam keselamatan pengendara.
"Kalau hujan, jalan ini seperti kubangan lumpur. Banyak yang jatuh karena licin," keluh seorang ibu rumah tangga.
Warga menuntut pihak pengembang segera merealisasikan komitmen yang telah disepakati, khususnya terkait:
- Perbaikan dan pemeliharaan jalan yang terdampak proyek.
- Pengendalian debu melalui penyiraman rutin.
- Pembatasan dan pengaturan jam operasional kendaraan proyek.
- Penanganan dampak lingkungan yang dirasakan warga.
Masyarakat juga mendesak Pemerintah Desa Tumpatan dan instansi terkait di Kecamatan Beringin untuk turun tangan melakukan pengawasan dan memfasilitasi tindak lanjut atas kesepakatan tersebut. Jangan biarkan keresahan ini berlarut-larut.
"Kami minta pemerintah desa dan kecamatan jangan tutup mata. Tolong awasi dan tegur pengembang ini," pinta seorang tokoh masyarakat Dusun Lestari.
Jika tidak ada realisasi dalam waktu dekat, masyarakat mengancam akan mempertimbangkan langkah lanjutan sesuai mekanisme yang berlaku demi menjaga kenyamanan dan keselamatan lingkungan Dusun Lestari. Jangan sampai kesabaran warga habis.**



