masukkan script iklan disini
TAMORA | 24jamtop.com : Mediasi antara Forum Perusahaan dengan kelompok Aliansi Masyarakat Jalan Sei Belumai bersama para Kepala Desa di Kecamatan Tanjung Morawa akhirnya membuahkan hasil.
Pertemuan yang digelar pada Jumat (13/2/2026) di Rumah Makan Simpang Tiga, Tanjung Morawa, berlangsung sukses dan menghasilkan sejumlah kesepakatan penting.
Hadir dalam pertemuan tersebut jajaran pengurus Forum Perusahaan, perwakilan Aliansi Masyarakat Jalan Sei Belumai, serta para Kepala Desa dari Tanjung Morawa A, Tanjung Morawa B, Dagang Kelambir, Dalu Sepuluh A, dan Dalu Sepuluh B. didampingi oleh Personil Polsek Tanjung Morawa dan Danramil 02.01.16/TM
Pertemuan ini merupakan mediasi lanjutan setelah sebelumnya sempat digelar dialog yang belum menemukan titik temu. Bahkan, Aliansi Masyarakat Jalan Sei Belumai sempat melakukan aksi protes terkait truk perusahaan yang diduga melebihi tonase saat melintas di Jalan Sei Belumai, serta menuntut kepedulian sosial perusahaan terhadap lingkungan sekitar.
Aksi unjuk rasa juga pernah dilakukan di Kantor Bupati Deli Serdang, namun saat itu belum menghasilkan penyelesaian konkret.
Dalam proses mediasi kali ini, sejumlah tokoh masyarakat turut hadir, termasuk Hairul Sani yang dikenal sebagai Bendahara DPC Partai Gerindra Deli Serdang.
Dalam pertemuan tersebut disepakati beberapa poin penting, di antaranya:
Tidak akan ada lagi penyetopan atau pemblokiran kendaraan milik perusahaan yang melintas di Jalan Sei Belumai. Setiap keluhan masyarakat terkait kendaraan perusahaan akan disampaikan melalui mekanisme musyawarah dan dialog.
Sebagai bentuk kepedulian sosial, Forum Perusahaan menyerahkan dana CSR kepada lima desa yang terdampak untuk digunakan bagi kebutuhan sosial masing-masing desa.
Kesepakatan tersebut dituangkan dalam berita acara yang ditandatangani bersama oleh para pihak.
Sebagai Tokoh Masyarakat yang ikut memediasi permasalahan ini, Hairul Sani menyambut baik hasil mediasi tersebut. Ia menilai persoalan dapat diselesaikan selama semua pihak bersedia duduk bersama dan mengesampingkan ego.
“Alhamdulillah, hari ini kesepakatan melalui musyawarah telah kita sepakati dan dituangkan dalam berita acara. Harapan saya ke depan hubungan antara masyarakat dan perusahaan semakin harmonis, terutama perusahaan lebih peduli terhadap lingkungan sekitar,” ujarnya.
Ia menambahkan, menjaga iklim investasi di Kecamatan Tanjung Morawa sangat penting. Menurutnya, jika kegiatan industri berjalan lancar dan masyarakat juga terakomodir, maka Pendapatan Asli Daerah (PAD) akan meningkat dan berdampak pada pertumbuhan ekonomi masyarakat.
“Kalau kita mengedepankan ego, banyak pihak yang akan dirugikan. Maka yang harus kita jaga adalah keseimbangan antara kepentingan masyarakat dan keberlangsungan investasi,” tegasnya.
Hairul berharap persoalan ini benar-benar tuntas dan ke depan Forum Perusahaan mampu menjadi jembatan komunikasi yang efektif antara aspirasi masyarakat dan pihak perusahaan.@rhy


